Persiapan Menghadapi SBMPTN

 

Perjuangan untuk diterima di perguruan tinggi tentu bukan hal yang mudah, ditambah dengan perpindahan yang dirasakan dari masa sekolah menjadi masa perkuliahan. Berbeda dengan masa sekolah, di perguruan tinggi, mahasiswa diberikan kebebasan lebih dalam menentukan minat dan bakat untuk mengembangkan potensi diri masing-masing.

Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru

Terdapat beberapa jalur proses penerimaan peserta didik baru di perguruan tinggi, di antaranya:

  • 1. SNMPTN, seleksi penerimaan peserta didik baru melalui jalur undangan.
  • 2. SBMPTN, seleksi penerimaan peserta didik baru melalui ujian yang diselenggarakan secara nasional dan serentak.
  • 3. Ujian Mandiri, seleksi penerimaan peserta didik baru yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi tertentu.

Selain mengetahui jalur penerimaan serta persyaratan yang dibutuhkan, calon peserta perlu mengetahui informasi mengenai sistem penilaian yang diterapkan agar dapat memperkirakan seberapa besar peluang diterima dalam perguruan tinggi yang diinginkan.

Syarat Pendaftaraan SBMPTN

Agar tidak terjadi kesalahan dalam proses pendaftaran, para calon peserta harus terlebih dahulu mengetahui syarat pendaftaran SBMPTN dan sistem pendaftarannya, yaitu:

  1. a. warga negara Indonesia;
  2. b. lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C tahun 2016 dan 2017 harus memiliki ijazah;
  3. c. lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau Paket C tahun 2018 minimal harus memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) yang memuat informasi jati diri dan foto terbaru yang dibubuhi cap/stempel yang sah. SKL diharuskan dibawa sa at peserta menjalani ujian tulis; dan
  4. d. peserta seleksi memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran pembelajaran di program studinya.

Sistem Penilaian SBMPTN

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SBMPTN 2018 menerapkan sistem penilaian baru. Dalam sistem penilaian ini, penilaian dilakukan berdasarkan kategori soal yang dijawab, yaitu mudah, sedang, sulit, yang ditentukan berdasarkan jumlah peserta ujian yang mampu menjawab soal tersebut. Apabila dalam sistem penilaian sebelumnya jawaban salah akan diberi nilai -1, sistem SBMPTN 2018 tidak demikian. Sistem penilaian SBMPTN 2018 mengacu pada dua aspek, nilai dan peringkat. Posisi peringkat memengaruhi kesempatan diterimanya calon peserta didik. Lantas, jawaban yang salah tidak mengurangi nilai, tapi memengaruhi peringkat calon peserta didik. Kesalahan yang terjadi pada soal mudah memberikan pinalti yang lebih besar daripada kesalahan yang terjadi pada soal mudah atau sulit. Dengan sistem ini, kendati kalian menjawab soal dengan jumlah yang sama, tidak berarti nilaimu dan temanmu akan bernilai sama atau menempatkan kalian pada posisi yang berdekatan.

Pemilihan Jurusan

Tiap jurusan memiliki peluangnya masing-masing, yang bisa berbeda setiap tahunnya. Peluang merupakan salah satu hal yang berperan dalam proses diterimanya mahasiswa, lho. Oleh karena itu, sebelum memasuki dunia perkuliahan, diperlukan pertimbangan yang matang dalam pemilihan jurusan, agar tidak terdapat penyesalan di kemudian hari.

Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Menghadapi Ujian SBMPTN

Sebelum menentukan kampus mana yang ingin dimasuki ada baiknya mengenal sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, ada 3 jenjang dalam pendidikan tinggi yaitu:


1. Kesiapan Peserta

Hal lain yang turut berperan dalam proses penerimaan adalah faktor-faktor non-teknis, seperti bagaimana kondisi peserta saat ujian, persiapan apa saja yang harus dilakukan, dan kesalahan yang harus dihindari dalam persiapannya.


2. Pengaturan Waktu

Jeda waktu yang terbilang singkat antara Ujian Nasional dan Ujian SBMPTN mengharuskan para calon peserta untuk pandai-pandai memaksimalkan waktu yang ada. Dibutuhkan perencanaan yang benar agar segala yang kalian jalani tidak terbuang sia-sia.


3. Latihan Prediksi Soal Ujian SBMPTN

Berlatih, berlatih, dan berlatih. Sebelum menghadapi ujian SBMPTN yang sesungguhnya, para calon peserta yang akan mengikuti ujian disarankan untuk terus berlatih dengan soal yang diprediksi akan diujikan, saintek maupun soshum, termasuk dengan model soal di dalamnya. Dengan semakin banyak berlatih, maka semakin besar kemungkinannya untuk bisa menaklukan soal SBMPTN.


4. Mengikuti Kegiatan Bimbingan Belajar Persiapan SBMPTN

(Sumber: garansimasukstan.co.id/bimbingan-belajar-untuk-masuk-stan/)


Berlatih secara mandiri memang lebih baik daripada tidak berlatih sama sekali. Akan tetapi, akan lebih baik untuk mengikuti kegiatan bimbingan belajar yang secara spesifik dikhususkan untuk persiapan SBMPTN agar materi yang dipelajari tidak kabur dan justru semakin mendekati soal yang akan keluar nantinya. Sudah banyak jenis bimbingan belajar yang tersedia yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon peserta, maka tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda persiapan SBMPTN. Saat ini bahkan sudah terdapat bimbingan belajar persiapan SBMPTN privat yang ditujukan bagi mereka yang membutuhkan konsentrasi penuh saat belajar.

 cover ebook Siap Kuliah  Download E-book